Kurikulum dan Pendekatan Belajar di Akila

Where Curiosity Becomes Meaningful Learning

Akila menggabungkan Kurikulum Nasional dengan pendekatan Reggio Emilia, Emergent Curriculum, Play-Based Learning, dan Inquiry-Based Learning untuk menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada anak. Di sini, anak belajar melalui eksplorasi, bermain, bertanya, dan berkarya sesuai minat serta tahap perkembangannya.

reggio emilia inspired school

Reggio Emilia Inspired

Di Akila, kami memandang setiap anak sebagai individu yang cerdas, unik, dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui pendekatan Reggio Emilia-inspired, anak tidak hanya diposisikan sebagai penerima materi, tetapi sebagai pembelajar aktif yang membangun pemahamannya melalui interaksi dengan lingkungan, teman, guru, dan pengalaman sehari-hari.

Pendekatan ini mendorong anak untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan pemikirannya dalam berbagai cara, baik melalui bahasa, gambar, gerak, permainan, karya, maupun eksplorasi langsung. Guru berperan sebagai pendamping yang peka dalam mengamati minat anak, mendokumentasikan proses belajarnya, lalu merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna berdasarkan hasil pengamatan tersebut.

Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih hidup, personal, dan menghargai keunikan setiap anak.

emergent curriculum school

Emergent Curriculum

Pembelajaran di Akila tidak selalu dimulai dari tema yang kaku dan sepenuhnya ditentukan dari awal, tetapi juga berkembang dari hasil observasi terhadap minat, rasa ingin tahu, pertanyaan, serta pengalaman nyata anak. Inilah yang kami terapkan melalui emergent curriculum.

Ketika anak menunjukkan ketertarikan pada suatu hal, guru akan menangkap sinyal tersebut sebagai peluang belajar, lalu mengembangkannya menjadi kegiatan, proyek, diskusi, atau eksplorasi yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan, kontekstual, dan dekat dengan dunia anak.

Pendekatan ini membuat anak merasa bahwa proses belajar benar-benar berhubungan dengan apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami. Anak pun menjadi lebih antusias, terlibat aktif, dan memiliki hubungan emosional yang lebih kuat dengan proses belajarnya.

play-based learning shcool

Play-Based Learning

Bagi anak usia dini, bermain adalah cara belajar yang paling alami. Karena itu, di Akila kami menerapkan play-based learning, yaitu pembelajaran yang dirancang melalui aktivitas bermain yang terarah, menyenangkan, dan bermakna.

Melalui bermain, anak belajar mengenal konsep, memecahkan masalah, membangun bahasa, melatih motorik, mengembangkan imajinasi, serta belajar bersosialisasi dengan teman. Bermain juga membantu anak belajar mengambil keputusan, mencoba ide baru, bekerja sama, dan memahami aturan secara natural.

Di Akila, bermain bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi menjadi media utama untuk menumbuhkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, bahasa, fisik, dan kreativitas anak. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, anak akan lebih nyaman, lebih percaya diri, dan lebih siap untuk terus belajar.

inquiry learning school

Inquiry-Based Learning

Kami percaya bahwa rasa ingin tahu anak adalah awal dari proses belajar yang bermakna. Karena itu, Akila menerapkan inquiry-based learning, yaitu pendekatan yang mendorong anak untuk belajar melalui bertanya, mengamati, mencoba, menyelidiki, dan menemukan.

Dalam proses ini, anak tidak hanya diberi jawaban, tetapi diajak untuk berpikir, mencari tahu, dan membangun pemahamannya sendiri melalui pengalaman langsung. Guru berperan untuk memancing pertanyaan, membuka ruang diskusi, serta mendampingi anak saat mengeksplorasi ide dan menemukan hubungan antar konsep.

Pendekatan ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat, keberanian mencoba, serta kebiasaan belajar yang aktif. Anak belajar bahwa bertanya adalah hal yang baik, dan bahwa proses menemukan jawaban merupakan bagian penting dari pembelajaran.

islamic values school

Islamic Values Approach

Sebagai sekolah Islam, Akila tidak hanya fokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan anak, tetapi juga pada pembentukan akhlak, adab, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Islam kami integrasikan ke dalam seluruh proses pembelajaran, interaksi, dan budaya sekolah.

Anak dikenalkan pada nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan yang sederhana namun konsisten, seperti berdoa, mengucapkan salam, bersyukur, berbicara dengan sopan, berbagi, menolong teman, menjaga kebersihan, menghormati guru dan orang tua, serta memahami bahwa setiap kebaikan adalah bagian dari ibadah.

Pendekatan nilai Islami di Akila dilakukan dengan cara yang hangat, dekat dengan keseharian anak, dan sesuai tahap perkembangannya. Anak tidak hanya diajak mengetahui apa yang baik, tetapi juga membiasakan diri untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran di Akila tidak hanya membentuk anak yang aktif, cerdas, dan kreatif, tetapi juga anak yang berkarakter Islami, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.

national curriculum school

National Curriculum

Seluruh proses pembelajaran di Akila tetap mengacu pada Kurikulum Nasional agar perkembangan anak berlangsung secara terarah, sesuai tahapan usia, dan selaras dengan tujuan pendidikan di Indonesia.

Kurikulum Nasional menjadi landasan penting dalam memastikan bahwa anak memperoleh stimulasi yang seimbang pada berbagai aspek perkembangan, seperti nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik motorik, dan seni. Dengan landasan ini, pembelajaran di Akila tidak hanya menarik dan eksploratif, tetapi juga memiliki arah, tujuan, dan capaian perkembangan yang jelas.

Melalui perpaduan antara Kurikulum Nasional dan berbagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak, Akila menghadirkan proses belajar yang seimbang antara struktur dan fleksibilitas, antara tujuan perkembangan dan pengalaman belajar yang bermakna.

steam approach school

STEAM Approach

Di Akila, pembelajaran juga diperkaya dengan STEAM approach, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics ke dalam pengalaman belajar anak secara utuh dan menyenangkan.

Melalui pendekatan ini, anak diajak untuk mengamati, bereksperimen, mencoba berbagai kemungkinan, membuat rancangan sederhana, menggunakan kreativitas, dan memahami konsep dasar melalui kegiatan yang konkret. Anak tidak belajar bidang-bidang tersebut secara terpisah, tetapi melalui pengalaman yang saling terhubung dalam aktivitas bermain, proyek, eksplorasi, dan pemecahan masalah.

STEAM membantu anak membangun cara berpikir yang kritis, logis, kreatif, dan solutif sejak dini. Anak juga belajar bahwa sebuah ide dapat diuji, diperbaiki, dan dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih aktif, aplikatif, dan menumbuhkan kepercayaan diri anak dalam berkarya.

Program Berdasarkan Usia

akila-daycare-program

Daycare

Program Daycare kami menyediakan perawatan yang baik dan lingkungan yang aman untuk kelompok usia bayi 3 bulan hingga anak usia 7 tahun.

Playgroup

Program Playgroup kami menyediakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan untuk anak kelompok usia 3-4 tahun.

akila-kindergarten-program

Kindergarten

Program TKIT menyediakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan aqidah yang kuat sesuai Al-Qur'an dan sunnah, dan akhlaqul karimah, untuk anak kelompok usia 4-6 tahun.

Sekolah PAUD Islam terpadu yang mengutamakan pengembangan karakter sejak dini dengan menerapkan nilai-nilai islami dalam setiap aspek pendidikan.